Thursday, April 18, 2013

That's why I decide to be a vegan!

 
It's VEGAN! You know what? Yup, it has the same meaning with VEGETARIAN. Vegetarian adalah sebutan untuk orang-orang yang hanya mengkonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan. Masih jarang orang yang menyandang status ini. Menjadi vegetarian bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi orang yang terbiasa makan enak, tentu saja bukan hal yang mudah untuk mengendalikan nafsu untuk tidak mengkonsumsi protein hewani. Saya salah satunya, saya adalah pecinta kuliner yang suka mencoba makanan apa saja. Namun, setelah perbincangan kemarin sore oleh seorang vegan, mulai hari ini, bulat sudah tekad saya untuk mulai belajar dan mencoba untuk menjadi seorang vegan.

Sore kemarin, saya bertemu dengan bapak DR. Susianto dari Vegan Society of Indonesia. Beliau adalah pimpinan dari Vegan Society, orangnya baik banget, welcome dan ramah. Bahkan saya sedikit terkejut ketika tahu bahwa dia adalah seorang vegan yang sering keluar masuk negara-negara untuk mengisi seminar-seminar internasional. Dan, salutnya lagi dia adalah seorang VOLUNTEER untuk organisasi ini. Jujur baru sekali saya merasa nyaman dan rileks ketika berbicara dengan orang-orang penting yang biasa saya hubungi untuk mengisi suatu acara. Pembicaraan kami semakin seru saat beliau bercerita tentang penelitian yang menyatakan bahwa 18% bahan perusak bumi berasal dari peternakan. Wow! Ternyata transportasi menduduki peringkat kedua dengan penyumbang kerusakan sebesar 13%. Dan dari teori tersebut dapat disimpulkan bahwa Global Warming dan Vegetarian saling berkaitan erat. Dalam posting kali ini saya belum bisa menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan global warming dan vegetarian karena untuk memaparkannya saya harus membaca terlebih dahulu jurnal penelitian tersebut. Berikut saya cantumkan beberapa keuntungan kecil seorang vegan yang saya dapat setelah browsing dari google. Ini adalah 15 keuntungan yang akan didapat oleh seorang vegan yang saya peroleh dari ketahuilah.com :

1. Umur anda lebih panjang
Kesimpulan hasil penelitian tim dari Loma Linda University, AS,menyebutkan : dibanding para penyantap daging, pelaku vegetarian hidup 15 tahun lebih lama.
Kalau dibandingkan para vegan, renggang hidup pelaku vegetarian lebih panjang 7 tahun. Penganut vegan sama sekali tidak makan daging dan bahan hewani apapun, termasuk bahan non-daging yang didapat tanpa membunuh seperti telur, susu, keju, yogurt. Sementara para pelaku vegetarian masih menyantap bahan hewani non-daging.

Hasil penelitian tersebut diperkuat beberapa kesimpulan hasil penelitian serupa lainnya. China Health Project menemukan bahwa orang-orang China yang memakan lemak hewani paling sedikit memiliki risiko paling kecil mengidap kanker, penyakit jantung, dan penyakit degeneratif kronis lain seperti kencing manis. Penelitian lain dilakukan di Inggris selama 12 tahun, melibatkan 6000 vegetarian dan 5000 pemakan daging. Hasilnya, pelaku vegetarian yang meninggal karena kanker 40% lebih rendah daripada pemakan daging, sedangkan yang meninggal karena penyakit lain 20% lebih rendah.

2. Kesehatan jantung anda terjaga
Kematian akibat penyakit jantung semakin meningkat, demikian pula dinegara kita. Sama dengan di AS, di Indonesia pun penyakit jantung sudah menjadi pembunuh nomor satu. Hal ini disebabkan antara lain pola makan yang salah, meningkatnya kadar kolesterol darah, kurang gerak badan, dan stres.

Dari sebuah penelitian diketahui bahwa anak-anak berumur 5 tahun yang dibesarkan dengan banyak menghabiskan makanan cepat saji (fast food)dan makanan miskin gizi (junk food) menampakkan tanda-tanda dini terkena penyakit jantung. Tim peneliti dari Lousiana University, AS,memperoleh data satu dari sembilan wanita berusia 45-65 tahun menderita penyakit jantung. Saat ini rata-rata pria AS pemakan daging berpeluang 50% meninggal akibat penyakit jantung. Risiko ini akan turun menjadi 15% jika mereka berhenti makan daging, dan risiko hanya tinggal 4% jika mereka berhenti makan daging, telur, dan produk olahan hewani.

3. Anda jauh dari ancaman kanker
Salah satu hasil penelitian Harvard Nurses Health Study menyebutkan daging diduga keras berhubungan dengan kanker payudara. The National Cancer Institute mengatakan wanita yang setiap hari menyantap daging berpeluang empat kali lebih besar terkena kanker payudara dibanding yang tidak makan daging setiap hari. Sebaliknya risiko mengidap kanker pada wanita yang melahap sayuran setiap hari berkurang 20-30%.

Studi lain yang dilakukan di Jerman menyimpulkan sistem kekebalan tubuh kaum vegetarian lebih efektif membunuh sel tumor daripada sistem kekebalan tubuh para pemakan daging. Sayur mayur melindungi merekadari kanker prostat, kanker usus besar, dan kanker kulit. David Pumantel, seorang ekologis, menyatakan rata-rata orang AS umumnya pemakan segalanya dan bukan vegetarian, mengkonsumsi 112 gram protein per hari, dua kali anjuran kecukupan National Academy of Science. Hal ini bisa menimbulkan kanker dan stres pada sistem saluran kencing. Protein berlebihan juga berakibat meningkatkan risiko kardiovaskuler (gangguan pembuluh jantung), terutama karena makanan padat protein umumnya juga cukup banyak mengandung lemak, contohnya daging dan ayam.

4. Tubuh anda menjadi langsing.
Pada umumnya pelaku vegetarian bertubuh lebih langsing daripada pemakan daging. Alasannya, sayuran yang kaya protein seperti taoge,kacang merah segar, bayam merah, daun singkong, daun kacang panjang,mengandung lemak dan kalori lebih rendah daripada standar dari diet. Tak heran jika pelaku vegetarian pun jarang terkena penyakit yang berhubungan dengan kelebihan berat badan seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan kencing manis (diabetes mellitus).

5. Timbunan racun dalam tubuh anda akan terkuras
Tidak makan daging membantu membersihkan racun dalam tubuh, yang dapat menimbulkan penyakit. Contohnya : polusi lingkungan maupun bahan tambahan makanan (food additives) seperti zat pengawet, zat pewarna,dan pemanis sintetis. Jika anda hendak memulai program detoksifikasi, langkah pertama adalah mengganti daging dan produk hewani lainnya dengan buah dan sayuran,berikut jus buah maupun jus sayuran. Bahan-bahan tersebut mengandung zat fitokimia yang membantu menghilangkan racun secara alami.

6. Anda melindungi tubuh dari pencemaran
Diduga hampir 95% residu pestisida dari makanan kita datang dari daging, produk hewani lainnya, dan ikan. Terutama ikan mengandung zat pemicu kanker (dari semprotan pestisida pertanian yang larut di dalam air, seperti DDT dan PCB) dan logam berat (merkuri, arsen, timbal,kadmium). Jaringan lemak dalam ikan, juga bahan pangan hewani lainnya mengikat racun-racun tersebut sehingga sulit terkikis, meskipun ikan telah dicuci, dibekukan, bahkan dimasak. Daging dan produk hewani lainnya (dairy products) juga mengandung steroid dan hormon. Membatasi bahan makanan hewani berarti meminimumkan masuknya zat pencemar ke dalam tubuh.

7. Anda terlindungi dari penyakit yang ditularkan melalui makanan
The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menduga hampir 80 juta orang AS setiap tahun terkena penyakit yang ditularkan melalui makanan, 9000 diantaranya meninggal. Menurut The Center for Science,25% dari semua ayam yang dijual di AS mengandung bakteri salmonela,sedangkan CDC menduga 70-90% ayam mengandung bakteri kampilobakter(beberapa strain dari bakteri tersebut kebal terhadap antibodi). Dengan kata lain, menjadi vegetarian akan menjauhkan anda dari ancaman tersebut.

8. Tulang anda akan semakin kokoh
Penurunan masa tulang pada wanita vegetarian berumur 65 tahun sebesar 18%, sedangkan pada wanita non vegetarian dua kali lebih besar. Para peneliti mendapatkan kesimpulan tersebut berdasarkan penelitian terhadap konsumsi kelebihan protein. Rata-rata wanita AS mengkonsumsi protein 144% dari anjuran kecukupan, sedangkan prianya mengkonsumsi 175%. Kelebihan protein mengganggu penyerapan dan retensi kalsium, sehingga mendorong tubuh menguras kalsium yang dapat mengakibatkan penyakit rapuh tulang (osteoporosis). Protein hewani, termasuk susu, menyebabkan darah bersifat asam. Guna mengimbangi keadaan tersebut,tubuh mencuri simpanan kalsium dalam tulang. Pengurangan simpanan kalsium tulang menjadikan kepadatan tulang berkurang, sehingga menjadi rapuh. Tanpa perlu bergantung pada susu, para pelaku vegetarian dapat memperoleh kalsium dari bahan makanan lain kaya kalsium, seperti sayuran hijau (bayam, daun katuk, daun pepaya, daun singkong,brokoli), sayuran polong (kacang panjang, buncis, kecipir), dan kacang-kacangan (kacang merah, kacang hijau, kacang tolo, kedelai,tempe, tahu).

9. Anda selalu lancar `ke belakang’
Mengkonsumsi banyak sayuran berarti mengkonsumsi banyak serat yang berfungsi membantu mendorong sampah makanan keluar dari tubuh. Disebutkan dalam kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan di suatu rumah sakit di Harvard dan Brigham, AS, orang-orang yang mengkonsumsi banyak serat karena banyak makan sayur jarang mengalami sembelit, penyakit wasir (hemorrhoid), dan gangguan usus.

10. Anda tidak menderita sakit punggung
Sakit punggung dapat disebabkan adanya gangguan pada pembuluh arteri,ungkap Neil Barnard, MD, penulis buku Foods that Fight Pain. Ia katakan juga dengan mengkonsumsi makanan nabati, pembuluh arteri menjadi bersih dari endapan kolesterol. Kelebihan kolesterol mengakibatkan penyumbatan, yang dapat menimbulkan stroke dan serangan penyakit jantung koroner. Dengan demikian, mengkonsumsi makanan berasal dari tanaman dapat mempertahankan kesehatan punggung anda.

11. Hidangan anda lebih menambat minat
Masakan dari daging, ayam, dan ikan, cenderung berwarna beige sampai kecoklatan, sehingga tampak senada dan monoton. Berbeda dengan warna sayuran dan buah, jauh lebih banyak variasinya sampai boleh dikatakan seperti pelangi. Warna-warni ini memperkaya penampilan hidangan,sehingga makanan makin menerbitkan selera. Pigmen warna-warni sayuran dan buah-buahan mengandung zat fitokimia yang dapat memerangi penyakit. Menyantap bahan-bahan makanan nabati yang berwarna-warni berarti anda telah memakan beragam bahan alami pemacu sistem kekebalan tubuh dan penangkis berbagai bibit penyakit.

12. Anda terbebas dari gangguan hot flash ketika menjelang menopause
Saat menjelang menopause (perimenopause), wanita mengalami kemerosotan produksi hormon estrogen. Kondisi ini mengakibatkan gangguan fisik dan mental, misalnya mudah lelah, berat badan naik, sulit tidur, timbulnya semburan panas yang terasa di dada (hot flash), perasaan tidak nyaman,mudah marah, dan gangguan depresi lainnya. Beberapa jenis sayuran, biji-bijian (kenari, almon), dan kacang-kacangan terutama kedelai kaya hormon estrogen alamifito estrogen, yang dapat menormalkan kembali kadar hormon kewanitaan. Dengan menjadi vegetarian, anda akan terhindar dari gangguan umum menjelang menopause, setidaknya mengurangi gangguan-gangguan tersebut.

13. Pengeluaran anda lebih hemat
Makanan hewani pada umumnya lebih mahal dibandingkan dengan bahan makanan nabati. Karena itu, mengganti daging, ayam, ikan, dan produk hewani lainnya dengan sayur dan buah dapat menghemat pengeluaran sehari-hari. Tentu saja bukan sayuran dan buah-buahan impor yang harus anda beli, karena harganya cukup mahal. Sayur dan buah lokal variasinya cukup banyak dengan harga terjangkau oleh masyarakat pada umumnya. Mengganti makanan hewani dengan makanan nabati tidak berarti mengurangi zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Yang penting, setiap kali menyusun hidangan selalu perhatikan kecukupan gizinya, di samping pemilihan bahan dan jenis makanan yang akan dihidangkan. Cara paling mudah adalah dengan memperhatikan komposisi warna makanan anda :hijau, putih, kuning-jingga, merah-ungu, coklat.

14. Anda menjadi teladan bagi anak anda
Anak-anak mempunyai kebiasaan makan seperti kebiasaan orang tuanya. Apabila orang tua, terutama ibu, selalu menyediakan makanan sehat, bergizi, dan dari bahan-bahan alami, maka anak akan menyenangi makanan-makanan tersebut. Sebaliknya, apabila anak dibiasakan menyantap makanan cepat saji, seperti hamburger atau hot dogs, anak-anak akan lebih menyukai makanan-makanan tersebut dibanding makanan alami yang sebenarnya lebih sehat. Sering kita jumpai anak-anak tidak menyukai makan sayur. Hal ini disebabkan orang tua tidak membiasakan mereka makan sayur pada anak-anak. Memasak sendiri makanan untuk konsumsi keluarga sehari-hari selain lebih segar, lebih bervariasi, dan lebih murah, juga tidak banyak mengandung food additives, yang dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan.

15. Makanan terasa lebih enak
Sayuran merupakan bahan makanan yang dapat diolah menjadi bermacam-macam masakan yang menarik dengan warna, tekstur, dan rasa yang beragam pula. Demikian pernyataan Deborah Madison, pendiri Green Restaurant di San Fransisco dan penulis buku Vegetarian Cooking for Everyone. Memperkaya variasi masakan dari sayur mayur memungkinkan anda menyajikan makanan/ masakan yang rasanya lebih lezat. Apalagi kalau mengingat orang Indonesia umumnya bukan pemakan daging, tapi lebih bisa menikmati masakan dari sayuran dan makanan nabati lainnya.

Dan, bisa dilihatkan? Bahwa menjadi seorang vegetarian itu sehat dan banyak keuntungannya, selain itu kita juga dapat membantu menyelamatkan bumi ini dengan menjadi seorang vegetarian. Aksi-aksi seperti itu bisa dilakukan dengan behaviour kita sehari-hari karena setiap perubahan itu dimulai dari diri kita sendiri. So, that's why I decide to be a vegan! I'll try it slowly. Really thanks to bapak DR. Susianto yang telah memberi saya info tentang vegan. I try, do you?

Tuesday, April 16, 2013

Selamat Ulang Tahun Indra Adiguna!

Dear my lovely brotha,
Indra Adiguna,
Di Surga

Selamat ulang tahun indra! Mungkin itu ucapan yang terucap dimulutku jika kita dapat bertemu lagi. Selamat ya ndra! Kita sudah mencapai kedewasaan. Bukan hanya aku. Kamu juga. Kita. Kita sudah bukan lagi anak sekolah berusia belasan yang menggunakan seragam putih abu-abu. Bukan lagi ABG labil yang masih mencari-cari kepribadian. Kita sudah besar ndra! Sebesar mimpi-mimpi kamu yang pernah kamu ceritakan  beberapa tahun silam. Kamu tau? Aku masih berjuang lhoo untuk mendapatkan mimpiku. Kalo kamu gimana? Pastinya, kalo kamu disini pasti akan segera menceritakan mimpi-mimpimu itu dengan mata yang berbinar-binar. Aku tau, cahaya di matamu itu tak akan hilang sampai kapanpun, iya kan ndra?

Ndra, lama gak jumpa ya kita. Kamu apa kabarnya? Pasti tambah tinggi yaa. Tambah gendut gak? Aku tambah gendut nihh. Beratku naik. Udah jarang olahraga kaya dulu lagi . Hehehe. Kalo kamu ada disini, pasti kamu ngatain aku gendut dehh. Tapi gak apa-apa kan? Yang penting aku sehat. Kan kamu sendiri yang bilang kalo kesehatan itu segalanya. Hehehe

Ndra, gimana di surga? Pasti indah yaa. Pasti kamu bahagia disana kan? Yaaahh tanpa kamu jawabpun aku sudah tau kok jawabannya. Aku disini baik-baik aja kok. Alhamdulillah aku disini sehat dan bahagia dikelilingi keluarga dan teman-teman yang baik. Dan asal kamu tau, kenangan tentang kamu. Tentang kita. Terkadang menjadi kekuatan untukku. Ndra, aku kangen banget deh sama kamu. Kangen sama senyum kamu, suara kamu, candaan kamu ....

Hmm tahun ini semoga jadi tahun yang baik ya ndra, kamu juga doain aku yaa semoga bisa ngeraih mimpi-mimpi aku .....

Ohh yaa buat kado kamu aku sisipin foto kitaa yaa. Waktu itu lho ndra, waktu kita ngerayain ulang tahun kita yang ke 16 bareng-bareng di jambore. Kamu inget kan? Aku masih simpen fotonya lhoo. Hehehe

Suratku cukup sampai disini aja yaa ndra, tahun depan, jika aku masih dikasih waktu sama Allah pasti aku kirim surat lagi buat ulang tahunmu yang ke 22. Okee?

Semoga kamu selalu bahagia disana yaa ndra :)

With Love,
Diana Fitrisari

Saturday, December 3, 2011

Menyapa Mandalawangi

Langit biru yang cerah hari ini mengingatkan saya pada lembah mandalawangi september 2011 yang lalu. Saya memang belum pernah ke lembah ini sebelumnya, lembah yang dapat dicapai setelah melewati puncak Gunung Pangrango. Jalan setapak yang saya lalui untuk mencapai tempat ini adalah jalur yang sama dengan jalur yang saya lewati sekitar empat tahun silam, saat saya dan teman-temanku naik ke puncak Gunung Gede. Namun, rasanya semua begitu berbeda, telaga biru, kandang badak, air panas atau bahkan surya kencana-pun serasa berbeda. Mungkin karena sampah-sampah itu. Sampah yang ditinggalkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Orang-orang yang hanya bisa menikmati tanpa bisa menjaga. Orang-orang yang mengaku pecinta alam namun sebenarnya tak lebih dari seorang perusak alam. Sedih rasanya ketika saya ingin mengambil air untuk minum di Kandang Badak. Kulihat banyak sekali sampah disekitarnya bahkan mencemari sumber air. Kemana pikiran-pikiran si perusak itu? Tak sadarkah mereka bahwa sumber air ini sangat penting bagi kehidupan semua makhluk hidup di Gunung ini. Seenaknya saja mereka mencemari air jernih itu dengan air cucian piring mereka. Dengan air kotor dan sampah-sampah plastik yang menjijikan. Mungkin jika mereka disuruh kembali untuk memakai air yang telah mereka cemari, mereka tak akan mau memakainya. Saat itu saya berfikir, memang hanya sedikit orang yang sadar dan peduli kepada alam, sisanya hanyalah penikmat.

Di lembah Mandalawangi, nampak lebih gersang, bunga Edelweis-pun hanya sedikit yang berbunga. Mungkin memang cuaca yang mempengaruhinya. Namun katanya, September ini-pun ada kebakaran di Pangrango, penyebabnya? Yahh mungkin sudah bisa ditebak, putung rokok. Si perusak itu dengan seenaknya membuang putung rokoknya sembarangan tanpa memastikan apinya padam terlebih dahulu. Hhhh memang sulit menyadarkan orang-orang seperti itu. Ngomong-ngomong, saya belum pernah melihat hewan liar selain burung di Taman Nasional ini. Padahal saya senang sekali kalau melihat hewan-hewan itu bergerak bebas di sepanjang jalur pendakian. Nikmat aja rasanya melihat kebebasan mereka. Mungkin mereka memang takut menampakkan diri di depan manusia atau jumlah mereka yang tinggal sedikit? Entahlah.. Saya ingin kembali ke 4 tahun silam dimana gunung ini lebih terjaga dari tangan-tangan kotor. Dimana surya kencana masih memiliki air jernih yang mengalir, langit biru yang cerah, bunga edelweis yang subur dan rumput hijau segar berembun. Suatu hari nanti mungin saya akan kembali kesini untuk menyaksikan keindahannya kembali. Entah akan kembali seperti dulu atau bahkan bertambah rusak. Jika itu terjadi, saya bertekad akan ikut membantu mereka-mereka yang peduli untuk operasi bersih gunung ini. Yah karena alasan yang sederhana, saya ingin kelak anak saya nanti masih bisa menikmati pemandangan yang sama, pemandangan indah Mandalawangi dan Surya Kencana seperti saya dulu. 


Friday, October 21, 2011

Mahasiswa Ohh Mahasiswa


       Dalam posting ini, saya ingin nulis semua pendapat saya yang berkaitan dengan "Mahasiswa" khususnya aksi-aksi mahasiswa belakangan ini. Demonstrasi biasanya selalu berkaitan dengan mahasiswa. Karena biasanya pelakunya itu mahasiswa. Yahh walaupun gak semuanya sihh. Kadang juga dilakukan oleh buruh, petani, dan oknum-oknum lain yang merasa dirugikan dan mau protes. Jujur dari jaman-jaman SMP saya suka sebel sama yang namanya demonstrasi. Dulu sih saya cuma bisa mikir kalo demo tuh cuma aksi panas-panasan gak jelas yang bikin macet. Aksi berkoar-koar yang cuma bikin cape badan sama bikin haus tenggorokan. Dan apa yang mereka dapat? Apakah semua protes dan aksi-aksi mereka didengar pemerintah? Didengar dan diperhatikan khalayak ramai? Tapi sekarang, seiring pertambahan usia saya, saya juga udah menjadi mahasiswa. Dan pikiran saya berubah tentang aksi demo itu. Bahkan pernah terbesit dipikiran saya untuk ikut demo. Namun tentu saja demo yang saya maksud disini adalah demo dengan aksi 'damai' bukan demo anarkis dengan membakar benda-benda yang sebetulnya masih amat sangat berguna yahh seperti mobil, ban, motor dll. Pendapat saya sekarang sihh saya setuju-setuju aja sama yang namanya demo. Tapi yang damai, bukan yang anarkis. Sekarang coba pikir deh. Ada untungnya gak bersikap anarkis? Ngebakar barang-barang? Yang ada cuma bikin polusi, bau, dan bikin barang itu jadi mubazir. Ngebakar mobil misalnya? Pernah lho saya ngeliat aksi kaya gitu. Sayang banget mobilnya dibakar dan hancur cuma buat pelampiasan rasa amarah dari si pendemo. 
Hei guys, demo kadang emang penting dan jadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat untuk menyalurkan aspirasi mereka, uneg-uneg mereka kepada instansi yang berkaitan. Karena kalo demo gak ada dan dilarang, pasti pemerintah atau pihak-pihak terkait lainnya gak ada yang tau kalo kita pada protes, pada sengsara dengan keadaan yang dialami, ya gak? Yang pasti mereka ancang-ancang kaki dan berleha-leha karena pikirnya rakyat udah aman sentosa, bahagia dan sejahtera padahal kenyataanya?



      Kembali lagi ke mahasiswa. Mahasiswa = pemuda. Pemuda = penggerak bangsa. Ya, tanpa pemuda mau dibawa kemana bangsa ini? Karena merekalah (termasuk saya) calon pemimpin masa depan. Dan segala bentuk penyaluran aspirasi mereka diwujudkan dengan (kembali lagi) demonstrasi. Hmm kalo menurut pengamatan saya kebanyakan yang ikut demo tuh mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir, mahasiswa-mahasiswa yang bisa dibilang (maaf tanpa ada maksud menyinggung) lagi vakum lagi gak ada kerjaan. Jarang banget saya ngeliat mahasiswa yang demo tuh dari universitas ternama dengan jurusan yang bisa dikatakan cukup populer. Ya iyalah, tentu saja waktu bagi mereka lebih tepat dipakai untuk belajar, cari kerja, atau ngerjain tugas-tugas. Tapi terkadang, kalo saya amatin, demo-demo yang dilakukan tuh percuma. Karena kadang dasarnya gak jelas. malah kebanyakan yang ikut demo itu hanya ikut-ikut saja. Mereka gak tau apa yang mereka lakukan. Mereka gak tau atas dasar apa mereka protes. Dan mereka gak kasih solusi, jadi jatohnya cuma protes dan berkoar-koar atas dasar yang gak jelas. Padahal apa yang mereka lakukan haruslah dipertanggungjawabkan. Dan saya yakin, kalau nanti suatu saat mereka ada di posisi pemerintah mungkin menjadi menteri atau wakil rakyat, belum tentu mereka bisa menjadi lebih baik. Who knows? Saat ini mereka (termasuk saya) mungkin masih bertekad bulat untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Tapi gak bisa dipungkiri juga mungkin nanti suatu saat kami bahkan akan menjadi seperti atau bahkan lebih buruk dari mereka. Apalagi dengan kondisi negeri ini, dengan mental bobrok yang kian terpuruk. Kalau menurut saya, dari pada terus berdemo dan protes terus menerus kepada kinerja pemerintah (tanpa maksud membela pemerintah) lebih baik kita para pemuda-pemudi dan juga mahasiswa terpelajar berlomba-lomba untuk belajar dan mengembangkan diri untuk jadi lebih baik sehingga kelak dapat mengganti pemerintahan dan memimpin bangsa ini menjadi bangsa yang hebat. Karena, kita ini teladan dan pengumbar aspirasi, kunci dari kejayaan sebuah negara. Buktikanlah pada dunia, bahwa Indonesia beruntung mempunyai pemuda-pemuda hebat seperti kita. Buatlah keluarga, guru, teman, dan bangsa ini bangga dengan prestasi kita, bukan karena aksi protes kita yang tanpa solusi atau anarkis yang dapat menimbulkan kekacauan dan mengganggu masyarakat. Yahh kalaupun mau protes,/demo dengan cara damai aja yaa. Dengan cara yang lebih elegan dan terpelajar. Ya gak? Hidup Mahasiswa!!